Minta Do’a… *

22 10 2009
Nitip doa??

Nitip doa??

Ada temanku kemaren kawan, ia minta do’a dariku. Hmm. Tidak muluk2 do’anya. Simpel saja. Sukses kuliahnya, dapat kerja, men*kah dengan *stri kaya, trus mertua konglomerat, punya anak, bahagia didunia, selamat di akhirat. Nggak muluk2 kan?

Ada lagi kawan, yang ini, temanku yang satunya lagi. Dulu, jaman2 mau SPMB, temanku Minta dido’ain biar sukses ujian semisal UAN, SPMB /SNMPTN. Katanya biar makin besar kekuatan doanya.

Atau ada lagi yang minta didoa’in kuat menadapi semua cobaan, ada yang minta dido’ain tetap istiqamah (sambil berpikir, awak ni istiqamah gak ya?) Ada-ada saja.. Semoga do’anya terkabul, aku membathin. Masalahnya, ketika kutanya apakah dikau sudah berdoa seperti titipan pesanmu padaku? Belum ucapnya. Duh, Rabb.. Aneh ya..

Do’a memang punya kekuatan luar biasa, terlepas dari do’anya terkabul atau tidak. :D . Tapi, do’a tentunya berjalan tidak sendiri. Ada ikhtiar yang -semestinya- menemaninya. Ada tawakkal -seharusnya- membuntuti dibelakangnya.

Kawan, jangan biarkan lagi semua do’a yang kau titipkan padaku, pada temanmu yang lainnya, lebih duluan kau titipkan padaku, dari pada kau melisankannya kawan. (teringat kata ustadz sore kemaren). Walaupun kutahu kawan, do’a saudara kita punya kekuatan yang luar biasa.

Kita semua pasti sadar kawan, bahwa, ditengah kebahagiaan kita hari ini, ditengah kenikmatan yang kita terima hari ini, ditengah rasa suka yang dilimpahkan atas kita hari ini, bisa jadi ada saham2 dari lisan2 lirih saudara kita dengan lantunan do’anya tanpa sepengetahuan kita, kawan.. Maka, bersyukurlah yang kemudian dianugerahi sebaik-baik kawan, yang bermanfaat baginya.

Terakhir, masalah titipan do’anya, tidaknya pun kau bilang, aku kan tetap mendo’akanmu. (modus Medan euy)

*) Menjadi salah satu catatan tak berguna, diantara sekian banyak catatan tak berguna lainnya.. :)





Baik-baik Berbuat Baik..

22 10 2009

Hati-hati pada kebaikan

Ianya bermata dua

Layaknya manusia.

Baik-baik berbuat baik

Hari ini, esok, lusa

Lusanya esok, esoknya lusa

Lusanya lusa

Baik-baik berbuat baik..





Sedikit Berbagi Keindahan

8 10 2009
Kota Padang, h-1 gempa

Kota Padang, h-1 gempa

Berbagi keindahan, ditengah duka. Sedikit pelipur lara. Pengobat hati yang resah, penawar jiwa yang gundah. :)

Masih ada yang lain. Disini..





Sajak Hari Ini [2]

7 10 2009
Suatu saat,kan pasti terbelah

Suatu saat, pasti kan lebih terbelah..

Deru Ambulan, sebuah  sapaan keakraban

Tak ada lagi duka disana

Dalam sapaan keakraban..

Pintu rumah dalam tanah

Jendela dalam tanah

Duka dalam tanah

Suka pun dibawa dalam tanah..

NB: Silahkan unduh part2 disini.. Kampus Teknik Universitas Andalas dan daerah2 lainnya, Batang Tapakis, Padang Pariaman..





Sajak hari ini…

2 10 2009

hari ini, tak lagi hari-hari kemaren

hari ini, segalanya  satu

satu rona, hitam pekat

satu rasa, duka cita

satu kenangan, kesedihan

satu bentuk, puing-puing

pun tempat kembali,satu

bak dulu kukatakan

padamu, padanya, pun padaku…

[]

puing-puing, satu rupa

puing-puing, satu rupa

Satu rasa, duka cita

Satu rasa, duka cita

Indah, pada waktunya

Indah, pada waktunya

beberapa preview, setelah gempa. Tak sulit bagi Allah ‘memodifikasi’ nya. tak butuh waktu lama.

Kawan, beberapa visualisasi pasca gempa yang telah kubingkiskan. Unduh saja disini. Bukan hasil foto profesional, tapi hanya sekedar koleksi. Maaf kalau padanya tidak ada nilai estetikanya. Karena ia memang bukan untuk itu. []

NB: Lanjutan postingan insya Allah akan diteruskan.





H -8 Jam, Sebelum Gempa SumBar

2 10 2009

Sebelum gempa,sempat menikmati indahnya kota Padang dengan sahabat lama [sampai sekarang masih sahabat juga sih]. Dan sempat mengabadikan tempat, yang pascagempa tidak tahu bagaimana kondisinya, mengingat akses untuk kesana belum bisa.

Semoga tempat tersebut masih ada.. Amiin. Untuk kemudian, Allah berikan lagi kesempatan untuk kembali menikmati indahnya kota Padang bersama sahabat terbaik dari sana, suatu saat kelak.

sahabat terbaik,

sahabat terbaik

Pasca gempa, banyak bekas longsor disana. Wallahu a’alam, semoga tidak ada yang berubah darinya. Batu Busuk, rupamu tak seburuk namamu. Suatu saat, kami pasti merindukanmu..[]





Berpulang ke Peraduan..

10 09 2009

mengejar ketertinggalan dengan pulkam

Akhirnya, Semua sudah terkumpul.

Sesuap Nasi, Segenggam B**l***, Sekeranjang E***. Tentu terumpul sebanyak standarku, bisa jadi standar kita beda. Sesuap kita, segenggam kita, ataupun sekeranjang kita bisa jadi tak lagi sama..

Untuk semua, mohon didahulukan selangkah, ditinggikan seranting. (pulkamnya). :D . Untuk yang belum pulang, atau yang tidak bisa pulang, tak usah cemas. Dibelahan bumi manapun, selatan, timur, barat dan juga utara. Kubingkiskan kata-kata saja untukmu. Semoga kau redha, walaupun hanya dengan kata-kata. Itupun bukan kata-kataku, Kata2 temanku malahan, kawan.

Rindu Yang Mencengkam Di Hati
Menambah Pilu Di Sanubari Ini
Kenangan Lama Menerjah Kembali
Bahagia Terasa Ketika Kau Berada Di Sisi
Oh
Ibu
Ayah

Kini ku Hanya Tinggal SenDirian

Baru Kini ku Sedari
Segala Milik Ilahi
Tiada Yang Kekal AbaDi
Hanya Doa Dariku
Moga Rohmu Dirahmati

Amiin..

NB : Salam sejahtera untukmu, maafkan segala  khilaf dan salah, dan kupohn doa darimu. Pesan bunda temanku, untukmu kawan. Jnagn sampai seperti pepatah ini. “Dek harok jo manih tabu, bapupuah sampai ka ureknyo”

Bismillahirrahmanirrahim, Anak mudanya  mau kembali ke peraduan.

:D





09.09.09 jam 09.09.09, Ada apa (lagi)??!

8 09 2009

09.09.09

Ada jam cantik di Tanggal cantik.?!

Kawan, untuk kesekian kalinya, kita aan lewati kembali jam cantik pada tanggal cantik.(Jiaah, Seperti no hape aja, pae cantik segala :) ) 05.05.05 kita juga sudah lewati, begitu juga 2006, 2007,2008, dan hari ini, jam cantik pada hari cantik akan mendatangi kita, ditahun 2009, kawan. Apa isu yang sudah kau dengar kawan?  Masih sama dengan tahun kemaren-kemaren? Tentang kiamatkah masih? Hmm, atau tsunami? Atu gempa, yang belakangan menjadi keseharian kita kawan?

Sampai Kapan?!

Kawan, sampai kapankah kita bisa berhenti mendengar kisah serupa, kawan?  Untuk berapa tahun kedepan? Sepuluh tahun, lima belas, duapuluh, atau bahkan dia akan menjadi kisah abadikah kawan? Lengket, tak terpisahkan dengan usia bumi, kawan?

Inilah negeri kita, kawan. Negeri tempat surganya mitos bertebaran. Saat angan-angan berkaitan dengan keberuntungan. Saat angka-angka bersentuhan dengan malapetaka.  Saat hari-hari berhubungan dengan untung rugi. Saat tanggal-tanggal terhubung dengan sukses dan gagal. Saat nama-nama berimbas pada semuanya. Hmm, inilah negeri kita kawan.

Inilah negeri kita kawan. Negeri tempat tumbuh suburnya peramal. Dimana semakin hari, semakin banyak yang menggantungkan nasibnya pada kata-kata ketik REG (spasi) xxxxx. Seolah, semua mau mencoba untuk menjadi bodoh dengannya. Malangnya nasib kita kawan..

09.09.09 jam 09.09.09

Masihkah kau dengar cerita seperti jam cantik pada tanggal cantik tahun lalu kawan? Masih tentang kiamatkah? Hmm, sudah berapa tahun belakangan kita dengar kawan, seolah-olah sudah ada hari pastinya. Dan seolah-olah Allah menggantungkannya pada jam cantik di hari cantik. Hah, haruskah ita mengaitkan hari cantik, jam cantik dengan kejadian2 besar kita, kawan? Macam manusia purba saja.. (modus Medan is ON)

Katakanlah: “Sesungguhnya ilmu (tentang hari kiamat itu) hanya pada sisi Allah. Dan sesungguhnya aku hanyalah seorang pemberi peringatan yang menjelaskan.” (QS, Al Mulk, 26)

Cukuplah satu ayat saja memjawab kekeliruan kita, akan kapan datangnya waktu itu, kawan. Tak usah lagi, kita coba mengaitkan tanggal-tanggal, nama-nama, hari lahir dan sejenisnya dengan nasib kita, dengan keberuntungan kita dan dengan semua kejadian-kejadian besar (semisal :kiamat) kawan..

Salam Ramadhan, udah 19 nih.. :)

NB : Happy Milad untuk yang dapat di tanggal cantik,  Semusim. M*rcell. :D . Mungkin baginya, ini jauh lebih istimewa dari cerita2 kumal diatas. Baginya saja barangkali…





Indahnya Ukhuwah

5 09 2009

Kawan,  lihatlah betapa Indahnya ukhuwah. Ini cerita tarawehku juga untukmu, kawan. Lihatlah, indahnya  ukhuwah.  Bisakah kau bayangkan, semua pahlawan berkumpul, untuk sholat jama’ah kawan. Ataupun untuk duduk bersama mendengar tausyiah dari Ustadz kawan. Hmm, Sayang, sekarang cuma bisa berkhayal kita, kawan. Tapi suatu saat, semoga ini menjadi kenyataan kawan. Amiin..

Indahnya ukhuwah terasa

warnai hari-hari kita

karena kita adalah saudara…

:D

Indahnya ukhuwah





Hujan, Rahmat yang Tiada terkira

5 09 2009

Selamat ramadhan chat2610, menikmati hari2

“alhamdulillahilladzitwasysyana birahmatihi faanzala ‘alainal amthooro”

Sebaris doa pembuka qunut diakhir Romadhan 1426H  oleh Muhammad bin Ali Ajmi, bercerita tentang rasa syukur atas nikmat hujan yang sudah lama tidak mereka lihat, di Bumi para nabi tentunya.

Hmm, sudah dua hari ini, di Medan nan ramah, hujan selalu mengiringi berbuka. Kemaren, dan hari ini terlebih lagi. Semuanya bercerita banjir, dimana-mana. Tak ada yang salah dengan hujannya. Bukan hujannya yang kebanyakan, tapi yang nampungnya yang nggak tahan.

Pergi sholat magribpun, harus bawa sarung cadangan. Air sudah tergenang, sedalam 10 cm diatas mata kaki paling rendah.  Paling dalam sedada bro (diparit pinggir jalannya). Selesai sholat, akhirnya langsuang pulang. Tentu dengan menyingsingkan lengan celana (mang ada ya?) :D . Ya dengan tujuan supayah nggak basah bro. Tidak terlalu panjang jalan yang ditempuh, namun karena banjir, terasa sangat jauh bro. Hmm, dengan segala daya upaya, (cieeeeeh :) ), akhirnya nyampe dirumah. Pas mau ngebuka kunci rumah, saku celana dicek, hmm.. Nggak ada, saku baju, juga gak ada. Bah, Baru nyadar. Kunci ketinggalan dimasjid bro. hehe, kupikir, nikmatnya hujan tiada tara. Jalan lagi deh ke masjid. Tentu masih menyingsingkan lengan celana (waakakaka, sejak kapan celana punya lengan :) )

Diperjalanan, hanya bisa istighfar sambil teringat sebuah lirik lagu dari grup band horor. Yang ini nih,

Lupa, lupa lupa lupa, lupa lagi syairnya
Lupa, lupa lupa lupa, lupa lagi syairnya
Ingat, ingat ingat ingat, cuman ingat kuncinya
Ingat, aku ingat ingat, cuman ingat kuncinya

Sambil berkata dalam hati, kalian harusnya bersyukur,  cuma lupa syairnya. Namun tidak lupa sama kuncinya.  Sementara awak ni, Kuncinya aja lupa, apalagi syairnya..

hehe, :D Ramadhan memang penuh berkah.

Rabb, jadikan kami menjadi hambaMu yang bersyukur. Tidak ada yang tersia yang engkau ciptakan..