
Akhirnya, Semua sudah terkumpul.
Sesuap Nasi, Segenggam B**l***, Sekeranjang E***. Tentu terumpul sebanyak standarku, bisa jadi standar kita beda. Sesuap kita, segenggam kita, ataupun sekeranjang kita bisa jadi tak lagi sama..
Untuk semua, mohon didahulukan selangkah, ditinggikan seranting. (pulkamnya).
. Untuk yang belum pulang, atau yang tidak bisa pulang, tak usah cemas. Dibelahan bumi manapun, selatan, timur, barat dan juga utara. Kubingkiskan kata-kata saja untukmu. Semoga kau redha, walaupun hanya dengan kata-kata. Itupun bukan kata-kataku, Kata2 temanku malahan, kawan.
Rindu Yang Mencengkam Di Hati
Menambah Pilu Di Sanubari Ini
Kenangan Lama Menerjah Kembali
Bahagia Terasa Ketika Kau Berada Di Sisi
Oh
Ibu
Ayah
Kini ku Hanya Tinggal SenDirian
Baru Kini ku Sedari
Segala Milik Ilahi
Tiada Yang Kekal AbaDi
Hanya Doa Dariku
Moga Rohmu Dirahmati
Amiin..
NB : Salam sejahtera untukmu, maafkan segala khilaf dan salah, dan kupohn doa darimu. Pesan bunda temanku, untukmu kawan. Jnagn sampai seperti pepatah ini. “Dek harok jo manih tabu, bapupuah sampai ka ureknyo”
Bismillahirrahmanirrahim, Anak mudanya mau kembali ke peraduan.

91. Kemudian mereka ditimpa gempa, maka jadilah mereka mayat-mayat yang bergelimpangan di dalam rumah-rumah mereka,
.: ekspresi :.