Ied Mubarak… [ Sebuah Persembahan E Card ]

20 09 2009

Biarkan hari lebaran

Melerai hati yang lama resah

Demi sebuah persaudaraan

Rapatkan jurang yang menjadi pemisah

Berteduh dirimbunan Aidil Fithri

Mengutip Maghfirah dihalaman ilahi

Sesejuk embun dingin dipagi hari

Hanya setetes disyurga yang abadi…

NB : Kubingkiskan Kartu Lebaran untukmu, Kawan. Kuharap, kau bisa mengunduhnya. Jika berminat, Disini sudah kutitipkan.





Berpulang ke Peraduan..

10 09 2009

mengejar ketertinggalan dengan pulkam

Akhirnya, Semua sudah terkumpul.

Sesuap Nasi, Segenggam B**l***, Sekeranjang E***. Tentu terumpul sebanyak standarku, bisa jadi standar kita beda. Sesuap kita, segenggam kita, ataupun sekeranjang kita bisa jadi tak lagi sama..

Untuk semua, mohon didahulukan selangkah, ditinggikan seranting. (pulkamnya). :D . Untuk yang belum pulang, atau yang tidak bisa pulang, tak usah cemas. Dibelahan bumi manapun, selatan, timur, barat dan juga utara. Kubingkiskan kata-kata saja untukmu. Semoga kau redha, walaupun hanya dengan kata-kata. Itupun bukan kata-kataku, Kata2 temanku malahan, kawan.

Rindu Yang Mencengkam Di Hati
Menambah Pilu Di Sanubari Ini
Kenangan Lama Menerjah Kembali
Bahagia Terasa Ketika Kau Berada Di Sisi
Oh
Ibu
Ayah

Kini ku Hanya Tinggal SenDirian

Baru Kini ku Sedari
Segala Milik Ilahi
Tiada Yang Kekal AbaDi
Hanya Doa Dariku
Moga Rohmu Dirahmati

Amiin..

NB : Salam sejahtera untukmu, maafkan segala  khilaf dan salah, dan kupohn doa darimu. Pesan bunda temanku, untukmu kawan. Jnagn sampai seperti pepatah ini. “Dek harok jo manih tabu, bapupuah sampai ka ureknyo”

Bismillahirrahmanirrahim, Anak mudanya  mau kembali ke peraduan.

:D





Peri(h)bahasa : Kisah Tarawehku (lagi)…

7 09 2009

padiKawan, singkat saja, ada lagi kisah tarawehku untukmu kawan. Hmm, kali ini aku akan bercerita tentang peribahasa kita kali ini, kawan. Peribahasa, fenomena yang ada, dan mengambil ibrah dengannya.

Pernah mendengar peribahasa ilmu padi, kawan?! Itu, yang “Semakin Berisi semakin Merunduk”. Masih ingat kan? Hmm. Kita akan menyoroti sisi lain dari peribahasa ini kawan. Kawan sesekali lihatlah,  ada orang yang tertidur sambil duduk mendengar pengajian. Itulah yang dimaksud dengan peribahasa kita. Semakin berisi, semakin tunduk.. :D . Semakin perutnya penuh terisi, semakin “khusyu’”  lah menunduk kebumi (baca:tertidur). Hmm, kapanlah bisa ilmu yang didapat masuk kawan..

Kawan, itulah peribahasa kita, cukup kau terapkan peibahasa yang baiknya. Semakin berisi, semakin tawadhu’ dan rendah hati. Tinggalkan peribahasa ini sebelum pergi taraweh kawan. Jaga perut, bagi tiga diwaktu buka, air, makanan, dan udara juga punya hak yang sama dalam perut kita kawan..

Betullah kata temanku, kawan. Bisa jadi suatu saat, peribahasa akan menjadi, Perihbahasa.

Hmm, :D . Ada benarnya juga..





Indahnya Ukhuwah

5 09 2009

Kawan,  lihatlah betapa Indahnya ukhuwah. Ini cerita tarawehku juga untukmu, kawan. Lihatlah, indahnya  ukhuwah.  Bisakah kau bayangkan, semua pahlawan berkumpul, untuk sholat jama’ah kawan. Ataupun untuk duduk bersama mendengar tausyiah dari Ustadz kawan. Hmm, Sayang, sekarang cuma bisa berkhayal kita, kawan. Tapi suatu saat, semoga ini menjadi kenyataan kawan. Amiin..

Indahnya ukhuwah terasa

warnai hari-hari kita

karena kita adalah saudara…

:D

Indahnya ukhuwah





Hujan, Rahmat yang Tiada terkira

5 09 2009

Selamat ramadhan chat2610, menikmati hari2

“alhamdulillahilladzitwasysyana birahmatihi faanzala ‘alainal amthooro”

Sebaris doa pembuka qunut diakhir Romadhan 1426H  oleh Muhammad bin Ali Ajmi, bercerita tentang rasa syukur atas nikmat hujan yang sudah lama tidak mereka lihat, di Bumi para nabi tentunya.

Hmm, sudah dua hari ini, di Medan nan ramah, hujan selalu mengiringi berbuka. Kemaren, dan hari ini terlebih lagi. Semuanya bercerita banjir, dimana-mana. Tak ada yang salah dengan hujannya. Bukan hujannya yang kebanyakan, tapi yang nampungnya yang nggak tahan.

Pergi sholat magribpun, harus bawa sarung cadangan. Air sudah tergenang, sedalam 10 cm diatas mata kaki paling rendah.  Paling dalam sedada bro (diparit pinggir jalannya). Selesai sholat, akhirnya langsuang pulang. Tentu dengan menyingsingkan lengan celana (mang ada ya?) :D . Ya dengan tujuan supayah nggak basah bro. Tidak terlalu panjang jalan yang ditempuh, namun karena banjir, terasa sangat jauh bro. Hmm, dengan segala daya upaya, (cieeeeeh :) ), akhirnya nyampe dirumah. Pas mau ngebuka kunci rumah, saku celana dicek, hmm.. Nggak ada, saku baju, juga gak ada. Bah, Baru nyadar. Kunci ketinggalan dimasjid bro. hehe, kupikir, nikmatnya hujan tiada tara. Jalan lagi deh ke masjid. Tentu masih menyingsingkan lengan celana (waakakaka, sejak kapan celana punya lengan :) )

Diperjalanan, hanya bisa istighfar sambil teringat sebuah lirik lagu dari grup band horor. Yang ini nih,

Lupa, lupa lupa lupa, lupa lagi syairnya
Lupa, lupa lupa lupa, lupa lagi syairnya
Ingat, ingat ingat ingat, cuman ingat kuncinya
Ingat, aku ingat ingat, cuman ingat kuncinya

Sambil berkata dalam hati, kalian harusnya bersyukur,  cuma lupa syairnya. Namun tidak lupa sama kuncinya.  Sementara awak ni, Kuncinya aja lupa, apalagi syairnya..

hehe, :D Ramadhan memang penuh berkah.

Rabb, jadikan kami menjadi hambaMu yang bersyukur. Tidak ada yang tersia yang engkau ciptakan..





Disaat Kita Masih (bisa) Memilih Masjid…

5 09 2009

Bagaimana kabar tarawehmu kawan? Tidak adakah cerita yang bisa kau bagi? :D . Apa yang bisa kudengar tentang tarawehmu? Atau mungkin bisa juga jadi taraweh kita?

sholat jamah

Hmm, satu yang penceramah bulan ramadhan tidak pernah lupa katakan saya rasa adalah, bahwa satu kemajuan diantara sekian banyak kemunduran yang ada dalam tubuh umat Islam, disetiap tahunnya adalah masalah shaf shalat taraweh. Yang semakin kepenghujung Ramadhan, semakin maju. (baca:jamaahnya makin berkurang). Dan ini adalah budaya negeri ini, kawan. Tidak dimanapun, terkhusus dinegeri ini. Bagaimana dimasjid tempat kau taraweh, kawan?

Kawan, izinkan aku bertutur tentang tarawehmu. :)

Kawan, aku akan tuturkan kisah taraweh temanku, untukmu kawan. Karena kisah tarawehku, tidak jauh beda dengan kemaren. Tentang kemajuan itu.. Mungkin kalau ada, akan kubagi setelah ini, untuk siapa lagi, kalau bukan untukmu, kawan. tapi untuk sekarang, kau dengarkan saja temanku bertutur kawan. Dan aku sebagai penyambung lidahnya saja kawan.

Kawan, pernahkah kau membayangkan tinggal dan menjalani hari-hari Ramadhanmu di lingkungan minoritas? Menikmatikah? Atau MenikMATIkah? :D . Temanku sudah mencobanya kawan. Bagaimana sulitnya mencari tempat sholat taraweh, sulitnya mendengar azan waktu berbuka. Hmm. Terpaksa memakai ilmu kirologi (kira2) untuk jadwal imsak dan iftharnya (buka).

Kalau kau masih bisa memilih masjid kawan, maka beryukurlah sepenuh rongga dadamu. Bisakah kau bayangkan kawan, bagaimana temanku kesulitan bahkan untuk sekedar mencari masjid saja. Bahkan kawan, temanku butuh satu minggu untuk akhirnya sekedar bisa menemukan tempat sholat taraweh kawan. Bukan dimasjid seperti tempatmu sholat kawan. Tapi di Teras rumah warga. Katanya orang kaya yang baik hati disana (bisa jadi nih satu-satunya disana).

Hmm, inilah pelajaran pertama kawan. Makanya kawan, mumpung kau masih bisa memilih masjid disaat temanku masih sholat d teras rumah warga, janganlah kau menjadi bahagian yang akhirnya menyebabkan shaf sholat taraweh menjadi maju kawan. Setidaknya, kalau memang kau tidak bisa membuat shaf itu makin ramai kebelakang, minimal kau jadi bahagian untuk membuatnya tetap, jangan sampai maju.

Parahnya kawan, temanku bertutur bahwa hampir semua yang sholat taraweh disitu, semuanya P*T (Pembantu Rumah Tangga). Sampai-sampai kawan, temanku dikira juga P*T seperti mereka. Sampai ada yang nanya “mbak baru ya, kerja di rumah mana”. Hmm, padahal temanku tidak begitu mirip P*T. Walaupun tak bisa dibilang mirip konglomerat juga. hehe :D .

Pelajaran kedua dari kisah temanku untukmu kawan, kau kembali  juga harus bersyuur bahwa, ketika sholat taraweh tidak ada yang mengira bahwa dirimu P*T, walau sekalipun kau memang P*T kawan, tapi tidak ada yang pernah menanyakan pada dirimu seperti itu kan. Maka, kembali kukatakan kita memang harus banyak-banyak bersyukur kawan.

Lantas, temanku bertanya kawan, orang-orang kayanya pada kemana semua? Saat P*T mereka menikmati indahnya ukhuwah, dalam balutan kekhusu’an sholat taraweh, orang kayanya nggak tahu pada taraweh kemana. Mungkin gengsi ya sama P*T kok gabung. Hmm, atau memang nggak sholat taraweh ya?? (prasanga bai aja teman).

Pelajaran ketiga, Kaya memang bisa menjauhkan kita dari tuhan, kawan. Seperti Qarun misalnya, tapi itu bukan harga mati kawan. Bukankah kita juga kenal kisah Abdurrahman bin Auf, dengan kayanya juga tidak menjauhkan dirinya dari tuhannya. Kita tidak selalu dicekcoki dengan kisah sya’labah kawan, tidak juga dengan Qarun. Masih banyak kisah orang2 kayayang terpuji kawan.

Semoga sejarahmu menjadi tambahan orang kaya yang baik hati kawan. Menyediakan suatu saat tempat, agar temanku tidak lagi sholat taraweh di teras rumah, atau di pelataran mall, dengan  sound system indoor, yang hanya bisa untuk sekedar bisa mendengar takbirnya imam.

Kalau kau sudah kaya, kawan, jangan pernah abdikan dirimu untuk menjadi sya’labah-sya’labah millennium, atau qarun-qarun millennium. Karena dunia ini sudahbegitu sumpek dengan qarun2, tidak lagi kau dibutuhkan untuk jadi tambahan qarun2 yang  baru kawan. Cukup sudah, kau coba saja menjadi Abdurrahman bin Auf millennium, kawan. Kalau kau masih belum kaya, kawan, tidaklah mengapa. Kau juga harus bersyukur, setidaknya peluangmu untuk menjadi Qarun2 baru, tidak sebesar ketika kau kaya. Pelajran keempat ini kawan.

Itulah cerita temanku kawan, pelajaran yang sama,  dari yang pertama sampai keempat, dimana aku, kau, temanku, dan kita semua harus bersyukur kawan. Karena kita sudah sama2 tau kawan, lainsyakartum laadzidannakum..

NB : Salam dari temanku, untukmu kawan. Semoga kau bisa ambil pelajaran dari kisah temanku, kawan.. :D





Pencuri-pencuri Ramadhan

19 08 2009

Hati-hati dengan Ramadhan Kita, ada yang mengintai selalu. Hati-hati dengan Ramadhan kita, ada yang mengawasi selalu, mencari peluang, kapan masuk, kapan mencuri, dan kapan akan keluar membawa hasil curiannya. Hati-hati, karena pencuri yang nyatapun, jarang disadari dan terlihat. Apalagi pencuri yang tidak nyata. Samar, tapi bikin memar. Lekas tak berbekas.

Hati-hati, jangan biarkan pencuri Ramadhan kemaren, hari ini datang lagi. Apalagi kalau dengan modus yang lama, mencuri Ramadhan kita, mengeruk isinya, tinggallah Ramadhan kita tak berbekas. Berikut Pencuri-pencuri Ramadhan Kita :

1. Pencuri Waktu

Nah, ini komplotan terbesar pencuri ramadhan. Punya gank yang besar, punya sindikat yang luas. Punya berjuta modus untuk mencuri waktu kita. Semuanya melenakan, pada akhinya. Kita beranggapan untuk menjadikan lebih enjoy, nyatanya kita memberikan waktu pada pencuri. Game, TV, F*acebook (hmm, :D kumat lagi ) dan sebangsanya, YM an dan segenre, dan Sejenisnya..

fbholic

YM yang bangun, ditidurkan dulu.

YM Bngun diganti    YM Tidurkan dulu

Dah, Sip Kan?

2.  Pencuri Konsentrasi.

Nah, ini lain lagi. Pencuri konsentrasi atas optimalisasi, efektifitas, dan produktifitas. Semua hal-hal yang mengganggu  aktifitas Ramadhan, Tarawih, tadarus, dan sebagainya. Bisa jemuran yang belum diambil, bisa juga lauk bukaan yang belum ditutup (disongkok ). Hehe.. :D . Nah, yang lebih tak kalah penting, adalah Sandal yang dibawa tarawih, harus diposisikan pada posisi yang aman. Posisi yang menyebabkan Konsentrasi tak terpecah. Amankan ia, Sebelum ia akan merusak konsentrasi kita.

1_620597222m

Nah, kan mudah. :D . Itu salah satu contoh, kan masih banyak yang mugkin jadi perusak konsentrasi kita.  Kompor gas, air, dll nya.

3. Pencuri  Fadhilah

Fadhilah tentunya bukan nama seseorang. Ia adalah keutamaan. Jangan biarkan pencuri-pencuri fadhilah Ramadhan kita akan menjadikan Ramadhan kita Kurang bernas, apalagi kalau sampai menjadikannya hampa. Ghibah, ngegosip dan sejenisnya, dan akhlak-akhlak mazmumah lainnya.  Singkirkan segera, sebelum dia menyingkirkan ramadhan kita.

4. Pencuri Sebenarnya. :D

Nah, diantara pencuri-pencuri lainnya, cuma inilah yang nyata. Tertantangkapnya bisa digebukin. Garong, jambret, copet, maling, dan kawan-kawannya. Hadirnya bisa dilihat, bekasnya baru tak nampak. (namanya memang dicuri, ludes dah). Dan kita juga harus hati-hati dari yang satu ini. Sepeda motor, mobil, sandal dan lain sebagainya yang perlu diamankan. Kehilangan tentunya sebuah kedukaan, yang akhirnya juga akan menjadi pencuri waktu, pencuri fadhilah, pencuri konsentrasi. Makanya, amankan selalu.

Inilah, yang kita harus waspada atasnya. Tidak bisa tidak, atau kita akan kehilangan yang terbaik dari Ramadhan kita yang ada.

NB : Sebagian berasal dari sharing2 dan pengalaman *ribadi.

:D





Persiapan Akhir Ramadhan

19 08 2009

Ramadhan,

Satu Nasib tak serupa

Peluangnya sama

Natijah berbeza.

Persiapan Akhir yang harus difixkan sebelum Masuk Ramadhan antara lain:

1. Persiapan Unsur Fisik

Nah, tidak banyak sebenarnya yang harus dibahas. Hanya sedikit tentang kebersihan lingkungan, kamar, kamar mandi, dan kebersihan fisik. Mungkin,untuk kebersiahan yang terakhir ini yang perlu dibahas lebih lanjut. Karenan kebersihan fisik, berimabas pada kenyamanan. Kenyamanan kita dan kenyamanan orang-orang disekitar kita.

scalingYang paling penting diperhatikan adalah, kebersihan gigi. Hmm.. Plak, bau mulut, dan kawan-kawannya lah. Mumpung masih ada kesempatan,ada baiknya, kita juga harus membersihkan karang gigi kita (scaling). Karena ini akan menjadi sumber B*u yang kurang mengenakkan tentunya. Nggak sakit, nggak apa-apa kok. Paling cuma berdarah2 sedikit, tapi itu ak masalah. Bentar juga ilang.

root planingKemudian, selain scaling, root planing. Biasanya satu paket dengan scaling, dan biasanya orang cukup bilang scaling, maka root planing udah masuk didalamnya. Nah,  Lebih enjoy pastinya nanti. Karena, plak yang ada nantinya akan mengganggu. Kepada yang lain, kepada kita apalagi.

Nah, untuk unsur fisik lainnya, tidak terlalu beda dengan yang lain. Hal ini yang coba kita soroti tak lain dan tak bukan adalah karena tidak sedikit yang akhirnya menyepelekan kesehatan gigi dan mulut. Bahkan, ada beberapa orang yang belum pernah membersihkan karang giginya sejak lahir. Hmm, Kira-kira seperti apa ya didalamnya? :)

2. Persiapan Unsur Non Fisik

Termasuk persiapan hati, persiapan ruhiyah, fikriyah.. Hmm, Sama ya :D . Gak pa pa lah. Bermaaf-maafan jangan lupa, Meminta maaf, dan memafkan. Pada kedunya ada kemuliaan.

Trus, kalau ada utang, tidak ada salahnya juga untuk dibayar sebelum Ramadhan, lah kok larinya kesini ya. Tapi gpp, kan juga termasuk yang non fisik..





Kapan Aku Marah??!!

18 08 2009

Kalaulah engkau tidak pernah melihat aku marah,

Bukan berarti aku tak bisa marah, kawan.

Karena marah adalah masalah cita rasa, kawan.

Karena marah juga masalah ekspresi, kawan.

Dan aku adalah cita rasa, punya ekspresi

Sepertimu juga, kawan.

Kalaulah engkau tidak pernah melihat aku marah,

Bukan berarti aku tak bisa marah, kawan.

Apakah kau laki-laki yang keras, sekeras batu

Pun kau wanita, kawan.

Kau takkan tahu kapan aku marah, kawan.

Karena kau hadir, kawan

Bukan untuk kumarahi.

Dan akupun tak ingin kau pergi, kawan

Karena kumarahi.

Kalaulah engkau tidak pernah melihat aku marah,

Bukan berarti aku tak bisa marah, kawan.

Karena kutahu, kawan

Sekeras-kerasnya laki-laki, tentu kau tetap punya rasa, kawan

Wanita apalagi.

Yang seumur-umur hidupnya, 12.000 jam adalah untuk menangis.

Taklah lagi perlu aku marah, kawan

Karena kutahu,hari-harimu adalah hari-hari air mata.

Kalaulah engkau tidak pernah melihat aku marah,

Bukan berarti aku tak bisa marah, kawan.

Karena kutahu, bijak adalah  mengendalikan marah, kawan.

Kalaulah engkau tidak pernah melihat aku marah,

Bukan berarti aku tak bisa marah, kawan.

Karena kutahu, seperti apa orang bijak marah, kawan

Tak perlu semua tahu, kalau aku marah, kawan.

Cukup kau saja,  kawan.

Dan kau pun tahu, aku tak bisa marah padamu, kawan

Lantas kau takkan pernah jumpai, kawan

Kapan aku marah??!!

Medan, Penghujung Sya’ban 1430,

Sambil mengingat2 pesan Rasulullah.Laa Taghdab, Walakal Jannah. Jangan marah, dan untukmu syurga.

NB : Manajemen marah yang bagus:  yang marah tidak pernah kelihatan memarahi, tapi yang dimarahi, merasa dimarahi.  Yang tidak dimarahi, tidak tahu kalau kita lagi memarahi. Inti dari marah : Pesan kita sampai.

Kalaulah pesan marah kita bisa sampai tanpa marah, ngapain harus marah? Ternyata, orang yang jarang marah lebih ditakuti “keberangannya” dari pada yang sering marah. Makanya, ngapain lah aku marah, kawan.. :)

Kata-kata yang sulit dicerna, tapi lebih sulit melaksanakannya dari pada sekedar mencerna kata-katanya.  Sama-sama kita belajar mempraktekkannya :D





Kreatifitas, u/ Ramadhan yang Lebih Baik

14 08 2009

Ramadhan sudah didepan mata, hitungan hari sudah. harus ada persiapan-persiapan untuk memasukinya. Juga harus ada hal-hal baru, yang belum kita perbuat pada Ramadhan sebelumnya.

Ada ide-ide kreatif yang terlintas dibenak kita untuk membuat sesuatu yang beda pada Ramadhan tahun ini? Kalaulah memang ada, tidak ada salahnya anda bagi, selama itu akan menambah kebaikan dan efektifitas Ramadhan kita.  Bukankah ada multilevel pagala yang aka senantiasa mengalir pada kita, dengan usul-usul cemerlang kita?

Baik, untuk pertama saya ingin berbagi kreatifitas yang sudah terpikir pada Ramadhan-ramadhan sebelumnya, namun belum terealisasi. Moga Allah sampaikan umur ini pada Ramadhan tahun ini. Dengan harapan bisamencicipi kreatifitas sendiri. Baiklah, inilah kreatifitas yang mau saya bagi.

Punyakah kita rekaman  kita lagi qiraat / tilawah Al-Qur’an pribadi, dimana qari nya kita sendiri? Punya? Berapa juz? Banyak? Mm, syukurlah, kalau memang punya, walalupun tidak banyak. Yang gak punya, tidak ada salahnya untuk mencoba memiliki. Y kan?

Urgensi Rekaman qiraat/ tilawah Pribadi.

Lantas urgensinya apa? Hmm, yang pasti bukan untuk komersil tentunya kan. Bukan apa-apa, tentunya akan tersingkir di pasaran. Ya kan? Kalau kita jujur, pasti jawabannya ya. Hehe :D . Secara yang akan kita saingi adalah, Musyari Rasyid, Al Ghamidi, Sudais, Syuraim, Yasser Failakawi, Fahd Al Kandary, Asy Syatiri, Hanif Rifa’i, Mathroed, Kalbany dan kawan-kawannya lah. Kita tentu kalah, karena orang-orang itu sudah jadi Imam Besar, Imam masjid negara, Hmm. Setidak-tidaknya, pada poin Bacaan yang bagus, kita sudah tersisih. :) .

Barangkali, boleh jadi dikasih gratispun masih banyak yang nolak. oweleh2.. Tapi, jujur bukan itu tujuan kita kali ini. Tapi tujuan kita adalah, demi perbaikan bacaan kita tentunya. Lantas, caranya seperti ini. Setelah rekaman selesai (gak perlu harus 30 Juz dulu), bukankah kita bisa dengar kembali? Nah, disinilah nilai plusnya kreatifitas kali ini. Tujuan kita adalah untuk mendengarkan kembali bacaan kita. Sehingga kita bisa lebih fokus, untuk kemudian menilai bacaan kita. Dimana yang harus diperbaiki, dimana yang harus dikoreksi. Karena, kalau sambil baca langsung memperhatikan sendiri kesalahan bacaan kita, seperti sulit. Sangat sulit malahan. Makanya, ini salah satu metode yang tidak begitu buruk saya rasa. Sehingga, dengan metode ini, kita akhirnya bisa merefleksikan qiraat kita. Kalau memang bisa menyaingi sekian banyak nama-nama Imam Besar tadi, yah, boleh juga tuh. (dikomersilkan makdusnya. Hehe  :D ). Ntar dikovernya kita buat Imam Lokal.

Petunjuk Teknis :)

Tentunya kita butuh panduan Software untuk olah audio. Dengan software inilah, file rekaman suara kita bisa disimpan untuk kemudian bisa diputar lagi. Banyak software yang bisa untuk mengerjakan ini, salah satunya adalah Cool Edit Pro. Kemudian kita juga butuh headset komplit, speaker dan micnya tentunya. Kalau mau cara detailnya, Ust. Google dengan senang hati membantu.

Baik, sampai disinilah kreatifitas kita untuk bekal Ramadhan, untuk bantuan lebih lanjut, masih dilayani kok. Selamat berkreatifitas untuk Ramadhan lebih baik.

NB : Jangan lupa sharing ide2 briliantnya ya. :)