Ingin…

5 12 2009

Taklah lagi kuingin,

Bila nanti masanya,

Cerita kita hanya kisah duka,

Seperti hari ini, kemaren, dan kemarennya lagi

Taklah lagi kuingin,

Yang jatuh hanya air mata

Mematikan epik heroik-heroik kita

Seperti  hari ini, kemaren dan kemarennya lagi..

Taklah lagi kuingin,

Bila semuanya hanya untuk air mata

Basi untuk diingat

Busuk untuk dikenang..

Kuingin,

Kisah kita jadi nisan bumi,

Kokoh dibingkai sejarah

Indah untuk dikenang

Selamanya..


Bumi Allah, Medan, 2 Desember 2009. Sebuah notalgia dan harapan.

Pemimpin, seperti tong sampah,Tempat semua kesalahan dilemparkan.. (adek f)






Untuk yang belum bisa berkurban…

1 12 2009

Selei2* yang udah lusuh dalam arsip2 tua..

Kalau belum mampu berkurban hari ini, tak masalah. Masih ada tahun depan. Kalau umur gak sampai tahun depan, gak masalah. Minimal dapat pahala niat.

Ada kurban yang bisa kita lakoni hari ini, berkorban air mata. Mengeluarkannya, layaknya kurban yang nyata. Tidaklah mengapa, kurban air mata, menapaktilasi kembali hari-hari yang telah berlalu.

Merintih , akhirnya Tersenyum
Terbahak-bahak, akhirnya merana.
Kurban air mata, air mata pengorbanan.
Tangisilah ia disini, didunia ini.
Bayarlah ia hari ini, didunia ini.

NB: Kenang2an tahun lalu, Pertama kali mendengarkan takbir Idul Adha di Perantauan (cieeehh). Sayup2, samar2.. Dan tahun ini, berulang lagi..

*) bahasa medan, sehelai2, selembar2.. :D





Lagi Sibuk Skripsi…

21 11 2009

Lagi sibuk skripsi nih, sayangnya, bukan aku kawan. Tapi Teman-temanku, semuanya. Di Padang, padang bencana, di Bandung, bandung lautan api, di Jakarta, jakarta tempoe doeloe, di Bogor, di Sukabumi, suka nggak suka harus membumi, kawan di Medan, medan perjuangan kita.

Lha, kalau aku, jangan ditanya. Masih seperti kemaren kawan. Kau tak dapatkan jawaban baru yang lebih mencerahkan. Walaupun, kau pasti kan jumpai wajahku yang cerah, seperti kemaren, hari ini dan esok insya Allah. Sudah banyak stok jawaban2ku untuk pertanyaan-pertanyaanmu tentang skripsi2 ku.Haha, karena kutahu, mencegah lebih baik dari pada mengobati, kawan.. :D

Hmm, kawan, tetap semangat ya. Mengejar cita-cita. Ada supply2 semangat tentunya bagiku atas keberhasilanmu. Keberhasilanmu, menjadi kebahagiaan bagiku.

Oo ya, baru dapat berita terbaru, ada yang bilang aku mau wisuda. Hehe, semoga.. Kukatakan padamu, wisuda itu pasti, waktunya aja yang belum jelas. Nih, ucapannya.. Ngejek atau apa ni ya? Atau Support lebih tepatnya.. Thanks Id..

 

Thank's Ucapannyo Id.. Like This, :D

Thank's Ucapannyo Id.. Like This, :D

 

 

Kau tanyailah lagi tentang skripsiku, kan kujawab dengan stok-stok jawaban yang tadi sudah kukatakan. Untukmu, untukku juga. Suerr!!

*Tanjung Rejo, 5 Zuhijjah 1430H





Mudah2an Boleh Pulang

1 11 2009

Semoga hari ini hari terakhir dapat jatah istirahatnya. Biar kembali bisa beraktivitas seperti biasa. Setelah empat hari berturut-turut mengalami penurunan trombosit, semoga hari ini bisa pulang. Kata dokternya, kalau trombosit udah cukup, langsung boleh pulang dah. Syarat boleh pulang cuma kalau trombosit udah cukup?? *haa??!

Sepertinya, ada satu syarat yang dokter lupa bilang. Kalau uang sudah cukup baru bisa pulang.. Hmm. Keduanya harus dicek kecukupannya.. Jadi syarat boleh pulang ada dua, kalau trombosit dan uang sudah cukup. Kalau dokter gak ingat masalah uangnya, itu karena tidak merasa dipusingkan dengannya. Beda jauh dengan pasien..

Malang Nasib si Pasien

Hmm.. Malangnya nasib si Pasien, trombositnya tidak selalu seiring dengan uangnya. “pas trombosit wak turun, pitih wak turun lo, pas lah naiak trombosit wak, eee, piti wak dak sato naiak do, tambah turun ka lai nyeh-lah nyo kupak sisaku-saku”

:D

Dahlia2, Siti Hajar,2 Nov 2009

“Nan manusuak jo manyeso diri, baurak baungkai cando janji-janji”






Lenggek Tujuah.. *)

15 10 2009
Padang, 2 Oktober 2009

Padang, 2 Oktober 2009

Photo ini saya ambil pada hari kedua pasca gempa, bertempat di mushalla Nurul Anwar (atau Anhar ya? Lupa2 inget, soalnyo bukan putra daerah). Ini hanya sesudut dari bagian mushalla, dan ada sekitar 6/7 “cok raun” (stop kontak) yang dipakai untuk mengecas hape. Seperti inilah kondisi pasca gempa. Rinci nya : krisis listrik secara mayoritas di Kota Padang, dan ini adalah sebuah gambar yang diabadikan pada waktu2 sholat, Bakda magrib. Dimana, semua menumpangkan hidup (listrik :D ) pada genset mushalla. Itupun diwaktu sholat, mengingat genset hanya dihidupkan jam2 sholat. Dan  itupun akhirnya dijatah untuk sepuluh menit saja (sepertinya).Mengecas hape antriannya bukan main–dengan maksud utama- berkabar dengan keluarga, dan kita semua bisa bayangkan seperti apa urgennya listrik hari itu?! Ditambah lagi dengan kelangkaan BBM untuk bahan bakar genset

Gambar tersebut, bisa sebenarnya lebih bertingkat lagi, dan lagi. Namun, daya genset mushallalah yang membatasi.  Untuk kita yang masih belum sempat –semoga tidak pernah–merasakan ini, maka bersyukurlah. Mungkin sebagai pengingat bagi kita, bijak dengan kelistrikan kita. Handphone kita, dan lainnya.O ya, tambahan, juga harus bijak dengan status kita (hh, kama pai e ko?). Jangan sampai teknologi memperbudak kita (moga nyambung :) ). Jujur, idealnya teknologi harus jadi budak kita, bukan sebaliknya.

Ironi, ditengah Duka

Begitu ramainya mushalla malam itu. Tapi yang disayangkan, semua datang tujuan utamanya hanya untuk bisa mengecas hape. Bukan suuzhan kawan, tapi melihat dari realita yang ada hari itu. Ketika waktu sholat isya masuk, kebanyakan pada hilang dan kemudian kembali lagi setelah isya. (laki2).

Parahnya lagi, perokok –ahlul hisap– tetap juga berjalan seperti apa adanya. Tak peduli dengan tulisan kecil dipojok mushalla, tentang berterima kasih pada yang tidak merokok. Pfuiih.. Kita orang macam apa? (melayu mode ON)..

Ditengah semuanya sibuk menghubungi keluarga, karib, kerabat (sambil ngecas hape) masih saja terdengar suara sumbang, seperti “yes,ado yang komen” atau “hmm, gampo ndak gampo, nan jaleh update status dulu”, atau “jiah, banyak e lai notifikasi e, mangomen status kami” dan ungkapan senada lainnya.. Saya tidak begitu paham entah status apa yang mereka bicarakan. ( :) ). Yang saya tahu, kita punya status yang sama, semuanya..

Teringat lagu Bang Ebiet G Ade.

Memang, bila kita kaji lebih jauh
Dalam kekalutan, masih banyak tangan
Yang tega berbuat nista… oh
Tuhan pasti telah memperhitungkan
Amal dan dosa yang telah kita perbuat
Kemanakah lagi kita kan sembunyi
Hanya kepadaNya kita kembali
Tak ada yang bakal bisa menjawab
Mari, hanya tunduk sujud padaNya

Tidak ada salahnya kita renungkan, karena dia memang “Untuk kita Renungkan” bak kata Ebiet G Ade.

* = Lenggek Tujuah, (bahasa minang), bertingkat tujuh. Sebuah majas Hiperbola, menghidupkan cerita, supaya makin hidup..





Sedikit Berbagi Keindahan

8 10 2009
Kota Padang, h-1 gempa

Kota Padang, h-1 gempa

Berbagi keindahan, ditengah duka. Sedikit pelipur lara. Pengobat hati yang resah, penawar jiwa yang gundah. :)

Masih ada yang lain. Disini..





Sajak Hari Ini [2]

7 10 2009
Suatu saat,kan pasti terbelah

Suatu saat, pasti kan lebih terbelah..

Deru Ambulan, sebuah  sapaan keakraban

Tak ada lagi duka disana

Dalam sapaan keakraban..

Pintu rumah dalam tanah

Jendela dalam tanah

Duka dalam tanah

Suka pun dibawa dalam tanah..

NB: Silahkan unduh part2 disini.. Kampus Teknik Universitas Andalas dan daerah2 lainnya, Batang Tapakis, Padang Pariaman..





Sajak hari ini…

2 10 2009

hari ini, tak lagi hari-hari kemaren

hari ini, segalanya  satu

satu rona, hitam pekat

satu rasa, duka cita

satu kenangan, kesedihan

satu bentuk, puing-puing

pun tempat kembali,satu

bak dulu kukatakan

padamu, padanya, pun padaku…

[]

puing-puing, satu rupa

puing-puing, satu rupa

Satu rasa, duka cita

Satu rasa, duka cita

Indah, pada waktunya

Indah, pada waktunya

beberapa preview, setelah gempa. Tak sulit bagi Allah ‘memodifikasi’ nya. tak butuh waktu lama.

Kawan, beberapa visualisasi pasca gempa yang telah kubingkiskan. Unduh saja disini. Bukan hasil foto profesional, tapi hanya sekedar koleksi. Maaf kalau padanya tidak ada nilai estetikanya. Karena ia memang bukan untuk itu. []

NB: Lanjutan postingan insya Allah akan diteruskan.





H -8 Jam, Sebelum Gempa SumBar

2 10 2009

Sebelum gempa,sempat menikmati indahnya kota Padang dengan sahabat lama [sampai sekarang masih sahabat juga sih]. Dan sempat mengabadikan tempat, yang pascagempa tidak tahu bagaimana kondisinya, mengingat akses untuk kesana belum bisa.

Semoga tempat tersebut masih ada.. Amiin. Untuk kemudian, Allah berikan lagi kesempatan untuk kembali menikmati indahnya kota Padang bersama sahabat terbaik dari sana, suatu saat kelak.

sahabat terbaik,

sahabat terbaik

Pasca gempa, banyak bekas longsor disana. Wallahu a’alam, semoga tidak ada yang berubah darinya. Batu Busuk, rupamu tak seburuk namamu. Suatu saat, kami pasti merindukanmu..[]





Ied Mubarak… [ Sebuah Persembahan E Card ]

20 09 2009

Biarkan hari lebaran

Melerai hati yang lama resah

Demi sebuah persaudaraan

Rapatkan jurang yang menjadi pemisah

Berteduh dirimbunan Aidil Fithri

Mengutip Maghfirah dihalaman ilahi

Sesejuk embun dingin dipagi hari

Hanya setetes disyurga yang abadi…

NB : Kubingkiskan Kartu Lebaran untukmu, Kawan. Kuharap, kau bisa mengunduhnya. Jika berminat, Disini sudah kutitipkan.