Archive for the ‘catatan galau’ Category

Cemas

Posted: March 8, 2012 in Carito Medan, catatan galau, Iseng doanK

Secemas-cemas orang yang akan pergi, jauh lebih cemas orang yang akan ditinggalkan. #repost

Lorong Taqwa

Posted: March 5, 2012 in Carito Medan, catatan galau

Sedih melewati lorong ini, entah kenapa. Sekian…

Esseeh, ini hanya judul blog saja. Isinya insya allah menyusul. Mungkin biarlah saudara saya “bubuy”, yang akan melengkapinya. Kalau ingin berkenalan, silakan berkunjung ke blognya. Atau di twitter juga bisa dijumpai dengan akun @rifkipayobadar. Itu akun resmi dia lho, nggak anonim. Saya seolah mendapat wangsit untuk menuliskan judul ini. Untuk melengkapinya, kita tunggu saja bubuy [...]

Sebelum kita pulang Kita hanya perlu bertanya Benarkah kita sudah pergi Sebelum mengeluh Kita hanya perlu merenung Kapan terakhir kita bersyukur Medan Juang, 020212

Di bumi yang berputar. Pasti ada gejolak. Ikuti saja iramanya, isi dengan rasa. Di menara langit. Halilintar bersabung. Aku merasa tak terlindung. Terbakar kegetiran. Cinta yang kuberi sepenuh hatiku. Entah yang kuterima. Aku tak peduli, aku tak peduli, aku tak peduli. Apakah ada bedanya. Ketika kita bertemu dengan saat kita berpisah? Sama-sama nikmat. Tinggal bagaimana [...]

Berat, ketika baru menyadari bahwa saya tak berusaha untuk tertidur. Saya hanya berusaha memejamkan mata. Nyata, bayangan yang akan diusir dengan pura-pura tidur pergi pun dengan kepura-puraan. Dan kemudian kembali seiring dengan kadaluwarsanya kepura-puraan tidur. Semua yang kita inginkan dengan pura-pura, bersama kita juga dalam keberpuraannya. Semua yang kita sayangi dengan pura-pura, pasti akan menyayangi [...]

Semoga kau jumpai purnama Sama dengan yang kutemukan Tanpa harus kau terawang Bahwa ini benar-benar purnama. Dan ini purnama kita Purnamaku dan purnamamu [] Bumi tak bertuan.

Bisaku hanya menghitamkanmu. Maafkan aku, awan. Dan langit menjadi cela. Karena kau tak lagi putih seperti kemaren. Sudah Lepaskan saja aku Pulangkan pada bumi Awan putih Naiklah lebih tinggi Agar aku tak lagi bisa menggapaimu Tak lagi menghitamkanmu Tak lagi membebanimu Karena kutahu Bersamaku kau pasti tak lagi putih.

Kemudian aku tersentak. Pada pertanyaan awan. “Sampai kapan kau disini bersamaku?” Dan kurang jelas kupingku menerimanya Mungkin karena gemuruh, kilat dan sabetan kegaduhan langit. “Sampai kapan kau disini bersamaku?” ulang awan. Barulah jelas kuterima. Kaget, pastinya. Grogi, tentunya. Serobotan tuturmu mendarat didada ini. Ini bukan tanya, rasaku. Ia tak minta jawaban, bathinku. Hujan! “Sampai kapan [...]

Mutiara

Posted: October 5, 2011 in Carito Medan, catatan galau, Nyastra Dikit

Agar kau tahu. Agar kau paham. Setinggi-setinggi orang menyanjungnya diatas air. Masih saja ia dari dasar lautan. Agar kau tetap paham. Semahal-mahal mutiara. Tetap saja ia dari butiran pasir. Tiada mutiara yang hadir. Kecuali harus mengorbankan cangkang. Dan aku adalah cangkang. Tempat bersemedinya pasir. Tempat menjelmanya mutiara. Meraup pasir, merawat mutiara. Tapi tetap saja. Aku [...]