Mudah2an Boleh Pulang

1 11 2009

Semoga hari ini hari terakhir dapat jatah istirahatnya. Biar kembali bisa beraktivitas seperti biasa. Setelah empat hari berturut-turut mengalami penurunan trombosit, semoga hari ini bisa pulang. Kata dokternya, kalau trombosit udah cukup, langsung boleh pulang dah. Syarat boleh pulang cuma kalau trombosit udah cukup?? *haa??!

Sepertinya, ada satu syarat yang dokter lupa bilang. Kalau uang sudah cukup baru bisa pulang.. Hmm. Keduanya harus dicek kecukupannya.. Jadi syarat boleh pulang ada dua, kalau trombosit dan uang sudah cukup. Kalau dokter gak ingat masalah uangnya, itu karena tidak merasa dipusingkan dengannya. Beda jauh dengan pasien..

Malang Nasib si Pasien

Hmm.. Malangnya nasib si Pasien, trombositnya tidak selalu seiring dengan uangnya. “pas trombosit wak turun, pitih wak turun lo, pas lah naiak trombosit wak, eee, piti wak dak sato naiak do, tambah turun ka lai nyeh-lah nyo kupak sisaku-saku”

:D

Dahlia2, Siti Hajar,2 Nov 2009

“Nan manusuak jo manyeso diri, baurak baungkai cando janji-janji”






Cicak vs Buayo, Lingkaruang Wasitnyo

31 10 2009

Hidup Laskar Cicak!!

Bangsa2 reptil, belakangan ini makin familiar. Kalau buaya, memang dari dulunya tenar, buaya darat, siluman buaya putih,dll.. Nah, kalau cicak, tidak terlalu. Yang kita tahu, paling cicak “tubin”. Tapi bagaimanapun, buaya belum ada yang bisa merayap diatas atap. hehe.. :D

Hidup Cicak!!!

Support 200%  untuk Laskar Cicak!!





Minta Do’a… *

22 10 2009
Nitip doa??

Nitip doa??

Ada temanku kemaren kawan, ia minta do’a dariku. Hmm. Tidak muluk2 do’anya. Simpel saja. Sukses kuliahnya, dapat kerja, men*kah dengan *stri kaya, trus mertua konglomerat, punya anak, bahagia didunia, selamat di akhirat. Nggak muluk2 kan?

Ada lagi kawan, yang ini, temanku yang satunya lagi. Dulu, jaman2 mau SPMB, temanku Minta dido’ain biar sukses ujian semisal UAN, SPMB /SNMPTN. Katanya biar makin besar kekuatan doanya.

Atau ada lagi yang minta didoa’in kuat menadapi semua cobaan, ada yang minta dido’ain tetap istiqamah (sambil berpikir, awak ni istiqamah gak ya?) Ada-ada saja.. Semoga do’anya terkabul, aku membathin. Masalahnya, ketika kutanya apakah dikau sudah berdoa seperti titipan pesanmu padaku? Belum ucapnya. Duh, Rabb.. Aneh ya..

Do’a memang punya kekuatan luar biasa, terlepas dari do’anya terkabul atau tidak. :D . Tapi, do’a tentunya berjalan tidak sendiri. Ada ikhtiar yang -semestinya- menemaninya. Ada tawakkal -seharusnya- membuntuti dibelakangnya.

Kawan, jangan biarkan lagi semua do’a yang kau titipkan padaku, pada temanmu yang lainnya, lebih duluan kau titipkan padaku, dari pada kau melisankannya kawan. (teringat kata ustadz sore kemaren). Walaupun kutahu kawan, do’a saudara kita punya kekuatan yang luar biasa.

Kita semua pasti sadar kawan, bahwa, ditengah kebahagiaan kita hari ini, ditengah kenikmatan yang kita terima hari ini, ditengah rasa suka yang dilimpahkan atas kita hari ini, bisa jadi ada saham2 dari lisan2 lirih saudara kita dengan lantunan do’anya tanpa sepengetahuan kita, kawan.. Maka, bersyukurlah yang kemudian dianugerahi sebaik-baik kawan, yang bermanfaat baginya.

Terakhir, masalah titipan do’anya, tidaknya pun kau bilang, aku kan tetap mendo’akanmu. (modus Medan euy)

*) Menjadi salah satu catatan tak berguna, diantara sekian banyak catatan tak berguna lainnya.. :)





Baik-baik Berbuat Baik..

22 10 2009

Hati-hati pada kebaikan

Ianya bermata dua

Layaknya manusia.

Baik-baik berbuat baik

Hari ini, esok, lusa

Lusanya esok, esoknya lusa

Lusanya lusa

Baik-baik berbuat baik..





Celetuk Celetuk Cikeas [3C]

16 10 2009

Hmm. Cikeas, bagi sebagian orang, mungkin jadi harapan. Hari ini, dan untuk beberapa hari kedepan, disana sepertinya ada audisi menteri (spt audisi Idol aj). Ada yang datang kepagian, ada yang deg-degan, ada yang ntar sore juga katanya.. Ada juga yang udah. Katanya, kalau calon menterinya berkualitas, (hehe, spt bibit unggul gt :D ), audisinya lebih lama lagi. Lebih jago, lebih lama audisinya. Sepertinya enak jadi menteri ya?! Tapi, tentu lebih enakan presiden pastinya. Menteri, tetap saja pembantu. Tapi, untuk yang masuk bursa calon menteri, gak usah ragu. Gaji diatas UMR kq. Penghasilan apalagi.. Pan gaji beda ama penghasilan. :)

Pesan untuk Kawan2 :)

Ntar kalo ada telpon masuk, pastikan dulu nomor mana. Mana tau dari Cikeas. Hihi, ngarep.com y. Kalau iya, jangan sampai nggak diangkat, apalagi kalau di reject. Hhh, rugi banget tuh. “kali aja, cikeas butuh pembantu2 yang lain”. Kan, sekali lagi, Menteri juga pembantu..

Untuk kawan2 d FKH, nggak harus cikeas yang manggil baru bisa jadi menteri kan? Kan lulusan FKH ntar jadi menteri juga.. Ooo, mantari y..Mantri, ato apalah. Pan mirip.

hehe

:D





Lagi Update Blog..

13 10 2009

Kala ada yang nanya, kenapa tak pernah lagi ngupdate blog? Nah inilah saatnya ngupdate blog. Sekedar berbagi, walaupun tak  sedikit, orang-orang yang kunjungan pertamanya kesini, sekaligus menjadi kunjungannya yang terakhir. Tapi tak mengapa. Semoga tidak dengan kau.

Blogku masih sepertidulu, senantiasa berbagi ditengah langkanya kedermawanan. Senantiasa mendengar ditengah sulitnya untuk mendengar. Selalu ada untuk berbagi tentang –sedikit– nilai-nilai kehidupan. Ceilee.. :) .

Karena, kuyakin kau tahu aku. Orang yang suka berbagi. Walalupun aku yakin, tidak semua yang kubagi bermanfaat untukmu.  :D . Kalaulah kau tidak selalu hadir disini, blogku selalu hadir diduniamu. Dunia Maya..

hehe :D





Sedikit Berbagi Keindahan

8 10 2009
Kota Padang, h-1 gempa

Kota Padang, h-1 gempa

Berbagi keindahan, ditengah duka. Sedikit pelipur lara. Pengobat hati yang resah, penawar jiwa yang gundah. :)

Masih ada yang lain. Disini..





09.09.09 jam 09.09.09, Ada apa (lagi)??!

8 09 2009

09.09.09

Ada jam cantik di Tanggal cantik.?!

Kawan, untuk kesekian kalinya, kita aan lewati kembali jam cantik pada tanggal cantik.(Jiaah, Seperti no hape aja, pae cantik segala :) ) 05.05.05 kita juga sudah lewati, begitu juga 2006, 2007,2008, dan hari ini, jam cantik pada hari cantik akan mendatangi kita, ditahun 2009, kawan. Apa isu yang sudah kau dengar kawan?  Masih sama dengan tahun kemaren-kemaren? Tentang kiamatkah masih? Hmm, atau tsunami? Atu gempa, yang belakangan menjadi keseharian kita kawan?

Sampai Kapan?!

Kawan, sampai kapankah kita bisa berhenti mendengar kisah serupa, kawan?  Untuk berapa tahun kedepan? Sepuluh tahun, lima belas, duapuluh, atau bahkan dia akan menjadi kisah abadikah kawan? Lengket, tak terpisahkan dengan usia bumi, kawan?

Inilah negeri kita, kawan. Negeri tempat surganya mitos bertebaran. Saat angan-angan berkaitan dengan keberuntungan. Saat angka-angka bersentuhan dengan malapetaka.  Saat hari-hari berhubungan dengan untung rugi. Saat tanggal-tanggal terhubung dengan sukses dan gagal. Saat nama-nama berimbas pada semuanya. Hmm, inilah negeri kita kawan.

Inilah negeri kita kawan. Negeri tempat tumbuh suburnya peramal. Dimana semakin hari, semakin banyak yang menggantungkan nasibnya pada kata-kata ketik REG (spasi) xxxxx. Seolah, semua mau mencoba untuk menjadi bodoh dengannya. Malangnya nasib kita kawan..

09.09.09 jam 09.09.09

Masihkah kau dengar cerita seperti jam cantik pada tanggal cantik tahun lalu kawan? Masih tentang kiamatkah? Hmm, sudah berapa tahun belakangan kita dengar kawan, seolah-olah sudah ada hari pastinya. Dan seolah-olah Allah menggantungkannya pada jam cantik di hari cantik. Hah, haruskah ita mengaitkan hari cantik, jam cantik dengan kejadian2 besar kita, kawan? Macam manusia purba saja.. (modus Medan is ON)

Katakanlah: “Sesungguhnya ilmu (tentang hari kiamat itu) hanya pada sisi Allah. Dan sesungguhnya aku hanyalah seorang pemberi peringatan yang menjelaskan.” (QS, Al Mulk, 26)

Cukuplah satu ayat saja memjawab kekeliruan kita, akan kapan datangnya waktu itu, kawan. Tak usah lagi, kita coba mengaitkan tanggal-tanggal, nama-nama, hari lahir dan sejenisnya dengan nasib kita, dengan keberuntungan kita dan dengan semua kejadian-kejadian besar (semisal :kiamat) kawan..

Salam Ramadhan, udah 19 nih.. :)

NB : Happy Milad untuk yang dapat di tanggal cantik,  Semusim. M*rcell. :D . Mungkin baginya, ini jauh lebih istimewa dari cerita2 kumal diatas. Baginya saja barangkali…





Peri(h)bahasa : Kisah Tarawehku (lagi)…

7 09 2009

padiKawan, singkat saja, ada lagi kisah tarawehku untukmu kawan. Hmm, kali ini aku akan bercerita tentang peribahasa kita kali ini, kawan. Peribahasa, fenomena yang ada, dan mengambil ibrah dengannya.

Pernah mendengar peribahasa ilmu padi, kawan?! Itu, yang “Semakin Berisi semakin Merunduk”. Masih ingat kan? Hmm. Kita akan menyoroti sisi lain dari peribahasa ini kawan. Kawan sesekali lihatlah,  ada orang yang tertidur sambil duduk mendengar pengajian. Itulah yang dimaksud dengan peribahasa kita. Semakin berisi, semakin tunduk.. :D . Semakin perutnya penuh terisi, semakin “khusyu’”  lah menunduk kebumi (baca:tertidur). Hmm, kapanlah bisa ilmu yang didapat masuk kawan..

Kawan, itulah peribahasa kita, cukup kau terapkan peibahasa yang baiknya. Semakin berisi, semakin tawadhu’ dan rendah hati. Tinggalkan peribahasa ini sebelum pergi taraweh kawan. Jaga perut, bagi tiga diwaktu buka, air, makanan, dan udara juga punya hak yang sama dalam perut kita kawan..

Betullah kata temanku, kawan. Bisa jadi suatu saat, peribahasa akan menjadi, Perihbahasa.

Hmm, :D . Ada benarnya juga..





Hujan, Rahmat yang Tiada terkira

5 09 2009

Selamat ramadhan chat2610, menikmati hari2

“alhamdulillahilladzitwasysyana birahmatihi faanzala ‘alainal amthooro”

Sebaris doa pembuka qunut diakhir Romadhan 1426H  oleh Muhammad bin Ali Ajmi, bercerita tentang rasa syukur atas nikmat hujan yang sudah lama tidak mereka lihat, di Bumi para nabi tentunya.

Hmm, sudah dua hari ini, di Medan nan ramah, hujan selalu mengiringi berbuka. Kemaren, dan hari ini terlebih lagi. Semuanya bercerita banjir, dimana-mana. Tak ada yang salah dengan hujannya. Bukan hujannya yang kebanyakan, tapi yang nampungnya yang nggak tahan.

Pergi sholat magribpun, harus bawa sarung cadangan. Air sudah tergenang, sedalam 10 cm diatas mata kaki paling rendah.  Paling dalam sedada bro (diparit pinggir jalannya). Selesai sholat, akhirnya langsuang pulang. Tentu dengan menyingsingkan lengan celana (mang ada ya?) :D . Ya dengan tujuan supayah nggak basah bro. Tidak terlalu panjang jalan yang ditempuh, namun karena banjir, terasa sangat jauh bro. Hmm, dengan segala daya upaya, (cieeeeeh :) ), akhirnya nyampe dirumah. Pas mau ngebuka kunci rumah, saku celana dicek, hmm.. Nggak ada, saku baju, juga gak ada. Bah, Baru nyadar. Kunci ketinggalan dimasjid bro. hehe, kupikir, nikmatnya hujan tiada tara. Jalan lagi deh ke masjid. Tentu masih menyingsingkan lengan celana (waakakaka, sejak kapan celana punya lengan :) )

Diperjalanan, hanya bisa istighfar sambil teringat sebuah lirik lagu dari grup band horor. Yang ini nih,

Lupa, lupa lupa lupa, lupa lagi syairnya
Lupa, lupa lupa lupa, lupa lagi syairnya
Ingat, ingat ingat ingat, cuman ingat kuncinya
Ingat, aku ingat ingat, cuman ingat kuncinya

Sambil berkata dalam hati, kalian harusnya bersyukur,  cuma lupa syairnya. Namun tidak lupa sama kuncinya.  Sementara awak ni, Kuncinya aja lupa, apalagi syairnya..

hehe, :D Ramadhan memang penuh berkah.

Rabb, jadikan kami menjadi hambaMu yang bersyukur. Tidak ada yang tersia yang engkau ciptakan..