Ini blog sudah jadi blog sendawa. Yaa, sendawa. Keras dibunyi tapi tak terlalu membawa manfaat keluar. Heeh, kadang sering menjadi dasar kejengkelan. Secara ilmiah, saya yang anak teknik belum temukan manfaat sendawa bagi yang “ahlul snedawa” (ya iyalah, anak teknik). Tetapi saya sudah meyakini secara ilmiah bahwa ia sudah pasti membawa efek tak baik bagi [...]
Archive for the ‘Carito Medan’ Category
Kalau dah malas ngisi blog, ya begitulah. Ada-ada saja yang dipos. Gak ada rotan akarpun jadi, gak terlalu paham sok pakarpun jadi. Ndak ado kayu, janjang dikapiang (bahasa indonesianya : tak ada kayu jenjang dikeping wkwkw ). Jadi ya inilah kejadiannya, posting yang asal aja. Karena kata guru-guru saya, menulislah. Ketika kau buntu, ketahuilah bahwa [...]
Bila mana cerita kita adalah benda Maka ia adalah roda Yang tak kan pernah kau temui ujung pangkalnya. Bila mana kisah ini juga harus kuanalogikan Maka ia adalah angin Tak Nampak tapi terasa Pada semilirnya, sepoi-sepoinya Atau pada beringasnya badai. Bila mana rasa ini harus kumisalkan juga Maka ia adalah api Nampak jalas [...]
Secemas-cemas orang yang akan pergi, jauh lebih cemas orang yang akan ditinggalkan. #repost
Kemaren ikut kajian kampus. Biasalah, ecek2nya mahasiswa. Bahasan ya tentang fiqh siyasi. Kajian berat. Seberat beton bertulang anak sipil, Cuma, disini gak bakalan bahas-bahas tentang kajian fiqh nya. Disini bahas yang ringan2 aja” Setelah kajian yang panjang, ada anekdot yang saya rasa sangat perlu untuk kita renungkan. Yaa, kita. Aku, kamu dan dia harus [...]
Sedih melewati lorong ini, entah kenapa. Sekian…
Kapan syetan masuk ke perengakap manusia? Sulit sepertinya menjawabnya, karena memang sulit untuk menemukannya. Sesulit menemukan kuda bertanduk, bahkan lebih sulit lagi mungkin dari itu. Karena memang kita tidak terlalu tahu untuk memasang perangkap dimana, kapan dan dengan metode apa. Bahkan bisa jadi memang sama sekali kita tidak tahu. Kapan manusia masuk ke perangkap syetan? [...]
Cinta, Bantu Aku membencimu…
Posted: February 23, 2012 in Carito Medan, catatan galau, Iseng doanK, KampoenK Nan Jauah D MatoEsseeh, ini hanya judul blog saja. Isinya insya allah menyusul. Mungkin biarlah saudara saya “bubuy”, yang akan melengkapinya. Kalau ingin berkenalan, silakan berkunjung ke blognya. Atau di twitter juga bisa dijumpai dengan akun @rifkipayobadar. Itu akun resmi dia lho, nggak anonim. Saya seolah mendapat wangsit untuk menuliskan judul ini. Untuk melengkapinya, kita tunggu saja bubuy [...]
Kenapa untuk orang merokok dibuatkan ruang khusus sama dengan orang yang akan buang air? Yaa, karena pada hakikatnya memang sama. Sama2 membuang kotoran. Cuma yang merokok, sedikit lebih bodoh. Karena ia membuang kotoran tapi membayar duluan. Beda dengan yang buang air. Dibuang dulu kotorannya baru dibayar wc umumnya. Sering saya merasa tersiksa ditengah orang-orang bodoh, [...]
Sebelum kita pulang Kita hanya perlu bertanya Benarkah kita sudah pergi Sebelum mengeluh Kita hanya perlu merenung Kapan terakhir kita bersyukur Medan Juang, 020212

