Merajuk, Ngambek cs…

29 04 2008


Merajuk, bahasa Indonesia khas Medan. Terjadi karena adanya kekecewaan tentunya. Atau tidak sesuai antara harapan dan kenyataan. Atau jauhnya idealita dengan realita. Sehingga lahirlah merajuk. Ataupun kalau dalam bahasa Indonesia Yang memang Indonesia  ;) (Merajuk, bahasa Indonesia Lokal..Hh), merajuk lebih dikenal dengan ngambek..Sifat ini akan tampak dalam aktivitas bersama, aktivitas jamaah. Kepanitiaan atau apapun aktivitas jamaah.. (selain sholat jama`ah Tentunya)

Tinjauan Bahasa..

Baik Merajuk ataupun Ngambek, sebenarnya bukan berasal dari bahasa Indonesia. Kedua kata tersebut merupakan bahasa saduran dari bahasa luar yang telah dimodifikasi atau mengalami adaptasi. Merajuk misalnya, berasal dari bahasa arab kalee.. ;) .Yakni dari kata rujuk.. Kembali!! Kalaulah diartikan dalam terminologi bahasa Indonesia, Mungkin kembalinya sifat kekanak-kanakan, jauh dari realitas kehidupan.

Nah, sementara itu, ngambek, juga merupakan bahasa Saduran dengan proses yang juga sama. Telah diadaptasi dari kata asalnya. Ngambek, berasal dari bahasa Inggris, back.. Artinya belakang, kalaulah dikaitkan lagi, mungkin kembali ke masa belakang..hehe. Kurang lebihi, artinya stama denganr rujuk..

Karena  kedua kata diatas saduran, berarti sikap tersebut juga sikap saduran. Bukan budaya asli Indonesia (hh..Enaknya ngambil kesimpulan). Jadi sebagai Muslim Negarawan, ambillah budaya asli bangsa Indonesia. Dan buanglah budaya2 saduran. Salah satunya, ngambek, merajuk cs dan sebagainya.. Dan sedikit real lah dalam bersikap. Karena sikap cerminan kepribadian..





Maaf Yang Mendalam..

5 04 2008

Afwan jddan..

Nggak bisa hadir dalam syukuran wisuda “Uda”ain (2 Uda).

Hanya do`a yang terucap, semoga Ilmu Bermanfaat. BARAKALLAH..

Masih adakah wisuda S2?

Semoga..

“Katakanlah: Sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis (ditulis) kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula).”  (QS: Al Kahfi-109)

wassalam

i_chat2610





Afwan.. Lama Gak Online

26 03 2008

Afwan..Lama gak online..

Blog Yang jadi JABLAI.

Karena aktivitas nggak cuman satu..

Semoga gak jablai Lagi Nih Blog..

Syukron atas kunjungan..

Wassalam

:)





Tiap tahun, ada Tahun Baru..

31 12 2007

Terompet..

Petasan..

Konvoi..

Bakar ban..

Ah.. Ntah apa2 yang dikerjakan.. Mengapa ada yang menyibukkan diri dengan tahun baru?Adakah yang istimewa dengan tahun baru? Saya rasa tidak..

Pernahkah kita menyadar, ketika kita berharap banyak di tahun baru. Tapi semua itu diawalai dengan langkah yang keliru menurut saya. Ketika tahun itu benar2 telah berganti, adakah yang dilakukan selain meniup terompet dan petasan serta kembang api? Mayoritas saya rasa tidak ada.

Namun mari kita sedikit merenung pada terompet yang kita tiup.. Adakah terompet yang kita tiup itu adalah barang baru? Mungkin sekedar mengingatkan, atau  barangkali boleh jadi menyadarkan. Bahwa terompet yang kita tiup rata-rata adalah barang bekas.. Percaya nggak? Karena semua terompet sudah pasti bekas si Penjual yang telah mencoba terompet tsb..Ya khan??

Lucu… Tahun baru dengan harapan yang banyak, sangat banyak malahan, tetapi diawalai dengan memperbodoh diri..Uh..Kasihan.[]





Kemana Cerita Boikot itu??

29 11 2007

“Apa kabar Palestina? Masihkah ada sekeping hati kita tersisa untuknya? Semoga..“ 

Itulah sedikit komentar dari kawan-kawan tentang Palestina. Jauh dari cerita epik yang lalu. Gantung Sharon, Bebaskan Palestina, One man one dollar, ataupun satukata untuk Palestina”JIHAD”.Sepertinya ada kata-kata yang terlupakan, kalaupun memang belum terlupakan, minimal agak terlupakan. Apakah itu? Yup.. Benar..BOIKOT. Kemana cerita-cerita boikot kita? Sudah lunturkah? Atau hilang dari peredaran? Wallahua`lam..

Setelah  sedikit berdiskusi dengan kawan-kawan, tentang mengapa isu boikot tidak terlalu bermunculan lagi, saya menyimpulkan dari diskusi tersebut tentang 3 hal mengenai boikot. Dimana ketiganya menyangkut dengan masalah Produk Alternatif pengganti barang-barang boikot. Ternyata masyarakat sangat siap dengan pemboikotan, tapi masyarakat tidak siap dengan produk alternatif tsb.

Berikut analisa masyarakat.Pertama, Barang boikot dengan harga yang sama dari barang alternatif, umumnya kualitas barang boikot lebih baik dari pada barang alternatif. Dan sesuai dengan selera masyarakat, tentu mencari yang lebih baik dengan harga lebih murah. Kedua, Barang boikot yang lebih murah dengan barang alternatif kualitasnya relatif sama dengan barang alternatif yang harganya diatas harga barang boikot. Ketiga, barang alternatif yang harganya sama dengan barang boikot, kualitasnya tidak sama, bahkan cenderung dibawah barang boikot.

Nah, ini adalah sedikit dari analisa harga. Kalo dari analisa lainnya? Masih ada..tp ntar dlnjutin lg.. :)





Jatah Umur makin berkurang

26 10 2007

Senyum itu Ibadah LhoJatah Umur makin berkurang

Jatah Umur makin berkurang

Jatah Umur makin berkurang

Jatah Umur makin berkurang

Jatah Umur makin berkurang

Jatah Umur makin berkurang

Jatah Umur makin berkurang………

Moga ada penambahan kebaikan’





SHRIF 1428H MMLB

25 10 2007

Biarkan hari lebaran

Melerai hati yang lama resah

Demi sebuah persaudaraan

Rapatkan jurang yang menjadi pemisah

Berteduh Dirimbunan Aidil Fitri

Mengutip maghfirah dihalaman ilahi

Sesejuk embun dingin dipagi hari

Hanya setetes disyurga yang hakiki

 

 





“Ramadhan, Kaderisasi Maksimal atas Amal-amal”

1 10 2007

Ramadhan, menyimpan energy yang luar biasa. Bisa menundukkan nafsu perut yang lapar, menjinakkan mata yang kadang liar, memelihara telingan dari segala sesuatu yang didengar. Yah.. Begitulah Ramadhan. Punya energy, punya power. Kalaupun kita memperhatikan, amal-amal begitu mudah dan ringan dilakukan pada bulan Ramadhan. Entahlah.. Apakah karena iming-iming “azas pelipatgandaan” pahala. Atau karena sugesti bahwa setan diikat dan pintu neraka ditutup. Barangkali bolehjadi iya..

Kalaulah amal-amal misalnya diibaratkan target dakwah, maka Ramadhanlah bulan terbaik atas kaderisasi amal-amal itu. Bayangkan, amal kecil, sedang dan besar sekalipun semuanya ringan, tanpa beban untuk dilaksanakan. Semuanya amal akan ngikut bak kata orang, nempel kayak prangko. Ibarat Tangguak Rapek, Semuanya terbawa. .. Kaya, miskin, semua akan jadi pemurah. Tua, muda, semuanya saling menghormati.

Kalaupun dalam dakwah, rekrutmen bukanlah akhir dari tujuan, maka begitu juga dengan Bulan Ramadhan. Maka kaderisasi harus diikuti oleh Follow up yang mumpuni. Follow up yang berhasil atas amal-amal Ramadhan adalah adanya kelanjutan dari amal-amal tersebut dibulan lainnya. Masih ada sebelas bulan lagi. Syawal, dan sampai nantinya kembali lagi Ramadhan selanjutnya. Maka pemeliharaan amal-amal yang telah berhasil direkrut oleh Ramadhan sangatlah penting. Sama pentingnya dengan penjagaan kader dari pada penambahan kader tanpa ada penjagaan.

Dua pertiga Ramadhan telah kita lalui, semoga kaderisasi atas amal-amal telah maksimal kita lakukan. Karena tidak ada jaminan kita masih bisa berjumpa dengan Ramadhan tahun depan, bahkan dengan Ramadhan esok hari sekalipun.

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang Telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan” [al hasyr: 18]

 

 





Maaf…G Ujian Mid nheehhh…

25 09 2007

af1..Jarang nge-Blog-ing…

g Mid gt lho.. Baca entri selengkapnya »