Luluh-lantak, [Sebuah Replika Hati]*

15 01 2009

Pengen menulis. Sayang, gak tau mau menulis dari mana. Banyak yang mau dimuntahkan, sayang gak tau mau dimuntahkan dari mana. Banyak yang sudah terkumpul di kepala. Sayang, kepala tak selalu seide dengan tangan. Banyak yang mau ditekankan tangan, sayang tak tau mau menekan yang mana.

Biarlah! Biarlah cerita ini tak jadi lagi keluar. Disini. Ditempat ini.Biarlah lelah yang tadi kubungkus lagi, walaupun tak terbayar.

Cukuplah mungkin dengan kembali menguatkan hati. Bahwa Allah tidak pernah menilai hasil. Allah hanya lihat usaha.

Walaupun lelahnya fisik tak selelahnya jiwa. Tinggal hati-hati, karena kata orang, hidup lebih banyak dipengaruhi oleh yang nampak dari pada yang nampak.
Direnungi dulu, mungkin ada benarnya..

*) Moga gak penasaran ^-^


Tindakan

Information

7 tanggapan

15 01 2009
email90

penasaran.. :D

“tulis apa yg ingin ditulis, tapi jangan semua, sisakan juga bagian untuk hati”

15 01 2009
ksatria2610

Syukur penasaran..Tandanya normal daya intelegensinya euy..
Ini belum semuanya ditulis. ;)

5 02 2009
etosku


Kata-kata bertenaga tidak keluar dari hati hati yang dari hati yang membatu

nasehat pembina asrama kami

5 02 2009
etosku


Kata-kata bertenaga tidak lahir dari hati yang membatu

nasehat pembina asrama kami

Salam Rank Mudo

6 02 2009
ksatria2610

Hmm..

Salam aja untuk Pembina Asramanya

:)

15 02 2009
millaty fitrah

hmmmm……

mungkin kurang teliti nulisnya,,,

“Tinggal hati-hati, karena kata orang, hidup lebih banyak dipengaruhi oleh yang nampak dari pada yang nampak.”

ada yang kurang kata2 nya,,,,
hahaha,,,hal spele memang,,,,

Hmmm….
lelah fisik tak selelah jiwa???
jiwa lelah? obatnya apa?

heheh
tanya dokter jiwa atau “dokter jiwa”?

16 02 2009
ksatria2610

Hmm..
@millaty fitrah
syukron koreksinya..
Malas ngedit.

:)

Tinggalkan komentar