Sajak Kematian…. (tuk yg sdg berduka)

4 06 2007

Kami akan datang sebentar lagi

Menerobos celah pintu

Memelukmu dan berkata:

kematian itu tumbuh bersama

detak jantung

bersama penyair yang membaca sajak

bersama reporter TV, penyiar radio,

serdadu, kiai, santri dan topeng-topeng

Kami akan memelukmu dari balik pintu

Lalu berjanji datang kenegeri ngeri, kenegeri sunyi

Kami akan datang sepanjang waktu

Menerobos celah pintu dan memelukmu

Dengar kami berbisik:

kematian itu rindu batang tubuh

rindu cairan air mata

rindu cinta kepasrahan

Dengar kami mengerang:

kematian itu membelit ruh, menarik jiwa

mengacak-acak keyakinan

membuang semu rahsia

mencabik kulit, memotong tulang

Kami berjanji akan datang kecelah pintu

Menjemputmu, membawamu pada keabadian

Merantaimu, menghalaumu dari kefanaan []

 

min: sabili 2000an


Tindakan

Information

3 tanggapan

14 06 2008
Juang

tulisane kurang gedi mas, wong tuwo ora bisa maca!.

14 11 2008
Ibrahim

assalamualaikum….

pendapat ana…sajak ini sememangnya bagus untuk dihayati oleh para remaja yang semakin hari kita lihat mereka semakin jauh dengan islam…
semoga kita dapat menginsafi diatas semua perbuatan kita…

Para sahabat Rasulullah sentiasa mengingati mati…disebabkan itulah mereka sentiasa meningkatkan amal ibadat mereka dari sehari ke sahari dan seterusnya menjadi mukmin yang bertakwa…

wallahuaklam

6 03 2009
ipan

“Datanglah duhai maut
Cabut nyawaku sekarang juga!
Kemaksiatan dan dosa telah sempurna membalut raga
Cabut segera!
Sebelum hati di kuasai Iblis yang dilaknat”

Tinggalkan komentar