Kami akan datang sebentar lagi
Menerobos celah pintu
Memelukmu dan berkata:
kematian itu tumbuh bersama
detak jantung
bersama penyair yang membaca sajak
bersama reporter TV, penyiar radio,
serdadu, kiai, santri dan topeng-topeng
Kami akan memelukmu dari balik pintu
Lalu berjanji datang kenegeri ngeri, kenegeri sunyi
Kami akan datang sepanjang waktu
Menerobos celah pintu dan memelukmu
Dengar kami berbisik:
kematian itu rindu batang tubuh
rindu cairan air mata
rindu cinta kepasrahan
Dengar kami mengerang:
kematian itu membelit ruh, menarik jiwa
mengacak-acak keyakinan
membuang semu rahsia
mencabik kulit, memotong tulang
Kami berjanji akan datang kecelah pintu
Menjemputmu, membawamu pada keabadian
Merantaimu, menghalaumu dari kefanaan []
min: sabili 2000an
tulisane kurang gedi mas, wong tuwo ora bisa maca!.
assalamualaikum….
pendapat ana…sajak ini sememangnya bagus untuk dihayati oleh para remaja yang semakin hari kita lihat mereka semakin jauh dengan islam…
semoga kita dapat menginsafi diatas semua perbuatan kita…
Para sahabat Rasulullah sentiasa mengingati mati…disebabkan itulah mereka sentiasa meningkatkan amal ibadat mereka dari sehari ke sahari dan seterusnya menjadi mukmin yang bertakwa…
wallahuaklam
“Datanglah duhai maut
Cabut nyawaku sekarang juga!
Kemaksiatan dan dosa telah sempurna membalut raga
Cabut segera!
Sebelum hati di kuasai Iblis yang dilaknat”